Adiwiyata Bukan Hanya Label, Tapi Kebiasaan
Ilustrasi. Sumber: Freepik.
Sekolah Adiwiyata sering dipahami sebagai label atau penghargaan. Padahal, lebih dari itu, Adiwiyata adalah tentang membangun budaya peduli lingkungan di sekolah.
Banyak sekolah sudah memiliki fasilitas seperti tempat sampah terpilah atau taman. Tapi tantangan utamanya sering ada di kebiasaan sehari-hari. Masih ada siswa yang membuang sampah sembarangan, atau program yang hanya aktif saat penilaian.
Artinya, yang perlu diperkuat bukan hanya fasilitas, tapi juga cara membangun kesadaran.
Agar program Adiwiyata berjalan secara berkelanjutan, penting untuk melibatkan siswa secara aktif dan mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam kegiatan sehari-hari. Pendekatannya juga perlu dibuat menyenangkan, supaya tidak terasa seperti kewajiban semata. Karena ketika siswa merasa terlibat, perubahan akan terjadi dengan lebih natural.
Sekolah Adiwiyata yang berhasil adalah yang mampu mengubah program menjadi kebiasaan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melalui media pembelajaran yang interaktif seperti Otakartu, yang membantu siswa memahami isu lingkungan dengan cara yang lebih menarik dan mudah diingat.
Ilustrasi permainan Otakartu. Sumber: Dokumentasi pribadi.

